Cari Blog Ini
Selasa, 27 Oktober 2015
Langkah Mudah Untuk Mendapatkan Uang Dari Blog Gratisan - Blogspot.com
Blog salah satu media yang bisa kita manfaatkan untuk menerbitkan artikel, menyalurkan bakat penulis, menulis ide-ide yang bermanfaat buat para pembaca nya dan membahas sesuatu masalah atau share tentang sesuatu yang banyak dicari, baik itu untuk hanya keperluan pribadi atau untuk konsumsi publik, share sesuatu artikel d iblog berpeluang besar akan dibaca orang, alternatif blog menjadi pilihan untuk hal-hal diatas dikarenakan banyak sekali penyedia layanan blog gratisan yang bisa kita gunakan, hanya bermodalkan koneksi internet, kemauan dan pengetahuan online serta mampu memuat artikel, sebuah blog bisa kita miliki tanpa mengeluarkan uang sedikitpun.
Tujuan seseorang membuat blog bisa bermacam-macam, ada yang
•Untuk media menyalurkan hobi menulis berbagai macam artikel
•Keperluan untuk Sharing dan tutorial
•Sebagai penyalur bakat-bakat penulis
•Mempublikasikan Informasi dan komunikasi yang update untuk konsumsi public
•Sebagai media atau sarana tugas sekolah atau pun konsep dari apa yang kita butuhkan.
Namun perlu di pahami untuk beberapa saat ini blog bisa kita manfaatkan untuk mendapatkan penghasilan dalam bentuk uang, apakah itu benar ??? apakah memang benar kita bisa mendapatkan uang dari hanya sekedar ngeblog?, jawabannya adalah Ya memang benar blog bisa kita jadikan sebagai alternatif untuk mendapatkan penghasilan, bahkaan saat ini banyak sekali para blogger yang tadinya hanya sekedar menjadi part time blogger, aktifitas ngeblog hanya sekedar untuk mengisi waktu luang saja, kini beralih menjadi full time blogger, ngeblog sepanjang waktu, bahkan ada juga yang pada awalnya bekerja kantoran atau memiliki pekerjaan pokok kini ada yang berani keluar dari pekerjaannya hanya untuk sekedar memilih menjadi full time blogger. mereka merasa blog memang bisa diandalkan untuk menghasilkan uang dan bahkan penghasilan dari ngeblog bisa melebihi penghasilan dari pekerjaan offline mereka.
Ada beberapa keuntungan dari memilih ngeblog untuk mendapatkan penghasilan, salah satunya adalah mereka tidak terikat waktu, yang terpenting punya target penghasilan bisa mereka raih, selain itu dekat dengan keluarga dan bisa dikerjakan dirumah.
Cara Mendapatkan Uang Dari Blog Gratisan
Lantas Bagaimanakah caranya agar aktifitas ngeblog bisa mendapatkan penghasilan ?, untuk sebagian orang awam barangkali akan sedikit bertanya, darimana harus memulai, artikel ini saya khusus sajikan untuk anda yang memang ingin memahami cara ngeblog untuk mendapatkan penghasilan, berikut tahapan-tahapan yang bisa anda ikut:
1. Punya blog ( Blogspot.com )
Tentu saja langkah pertama yaitu memiliki blog, baik itu berbayar maupun gratisan, untuk tahap awal lebih baik mulai untuk membuat blog gratisan, seperti misal kita bisa memulai membuat blog di blogspot.com atau di wordpress.com, jika tertarik dengan blogspot, salah satu pedoman untuk membuat blog di blogspot anda bisa baca artikel tentang cara mudah membuat blog menggunakan blogspot.
2. Memilih Judul blog
Langkah berikut ini adalah bagaimana cara nya dengan menentukan topik blog yang menjadi fokus untuk artikel-artikel yang akan kita terbitkan melalui blog milik kita, sebaiknya ketika kita memilih topik lebih diutamakan memilih topik yang memang benar-benar dikuasai, sebagai contoh :
•Jika kita mahir dalam teknik perbengkelan atau servis maka sebaiknya membuat topic Utama adalah Teknik servis dalam bengkel mobil atau motor.
•Jika kita menguasai Standarisasi SEO maka sebagai topic utamanya adalah tentang struktur SEO.
•Jika kita sering berkecimpung di bidang IT atau Networking dan lihai dalam bongkar pasang computer ( Hardware,Software and Service ) sebaiknya topik yang tepat adalah TIPS AND TRICK COMPUTER NETWORKING dan lain-lain sebagai.
3. Mulai untuk Membuat artikel secara berkala / kelanjutan
Tahap berikutnya setelah kita menentukan judul / topik utama untuk blog milik kita adalah Kita harus mulai membuat artikel yang sesuai dengan topik Utama yang sudah kita tentukan, sebaiknya membuat artikel secara berlanjut ( Continue ) ,berkesinambungan, jika kita hanya mampu dalam 1 hari satu artikel itu maka akan lebih baik jika tidak minimal 8 artikel setiap bulan itu cukup, semakin kita sering membuat artikel yang berkelanjutan maka itu akan semakin baik untuk memonetisasi blog yang kita miliki menjadi sebuah blog yang bisa mendapatkan penghasilan uang.
4. Daftar sebagai publisher google Adsense.
Sebenarnya banyak cara yang bisa kita gunakan bagaimana untuk mendapatkan uang lewat blog milik kita, namun pada artikel kali ini saya ingin membahas google adsense sebagai salah satu alternatif yang bisa kita gunakan untuk mendapatkan penghasilan uang lewat ngeblog, jika kita masih awam tentang google adsense, silahkan anda cari dan baca artikel tentang Apa itu google Adsense ?, biar anda memiliki gambaran, setelah itu anda bisa mendaftar melalui fasilitas yang disediakan pada blogspot anda untuk menjadi publisher google adsense, silahkan anda baca referensi tentang bagaimana cara nya agar diterima google adsense.
Setelah anda diterima menjadi publisher google asense, anda akan di fasilitasi dengan akun google adsense, melalui fasilitas akun google adsense anda bisa mendapatkan kode iklan google yang bisa ditempel pada blog yang anda miliki, cara kerja google adsense, adalah jika ada pengunjung yang klik iklan adsense yang anda pasang berarti anda akan mendapatkan penghasilan sebesar nilai CPC (Cost Per Click) atau biaya per klik iklan tersebut, nilai paling kecil untuk tiap klik adalah 0,001$ dan yang paling besar bahkan bisa sampai 10$ per kliknya tergantung dari jenis iklan yang diklik pengunjung. setiap dolar yang anda peroleh akan di kirimkan dan dicatat pada rekening virtual google adsense anda yang terdapat pada fasilitas akun google adsense, ketika jumlah uang yang anda peroleh sudah melebihi ambang batas pembayaran, baru anda bisa mencairkan uang tersebut, nilai minimal untuk dicairkan yaitu 100$, ( jika $1 Rp 10.000 maka 100$ sebesar 1 Juta ).
Silahkan baca juga : 10 Faktor yang mempengaruhi penghasilan google AdSense
5. Menjaring pengunjung blog.
Tahap berikutnya yang menjadi agenda kita untuk memonetisasi blog, setelah blog kita memiliki jumlah artikel cukup banyak dan blog kita sudah dipasang iklan Adsense yaitu menjaring pengunjung, banyak cara yang bisa kita lakukan agar banyak pengunjung mengunjungi blog milik kita, bisa melalui optimasi seo,maupun optimasi seo onpage, bisa melalui media promosi gratisan dengan memanfaatkan media social seperti facebook, twitter dan media social lainnya, atau promosi secara langsung dari mulut ke mulut, kita bisa mencari banyak referensi yang tersedia di internet bagaimana cara untuk menjaring pengunjung, semakin banyak pengunjung yang mengunjungi blog kita itu akan semakin baik.
Demikian lah informasi yang bisa kita bagi bagaimana mengenai Cara atau metode mendapatkan penghasilan uang dari Blog gratisan, sedikit apapun ilmu yang kita bagi atau kita sebar luas kan maka berguna dan bermanfaat lah ilmu itu.
“ Sebarkan lah ilmu walaupun itu hanya selembar kertas “
semoga bermanfaat.
Minggu, 25 Oktober 2015
Sabtu, 17 Oktober 2015
INSTRUMENTASI ALAT LABORATORIUM ( TURBIDIMETER DAN DENSITOMETER )
KATA PENGANTAR
Puji syukur atas kehadirat Allah SWT karena atas karunia dan rahmat-Nya Lah kami dapat menyelesaikan tugas mata kuliah Instrumentasi II yang berjudul “Turbidimeter dan Densitometer” ini.
Kami menyadari bahwa makalah ini sangat jauh dari kata sempurna, maka dari itu kami mengharapkan kritikan dan saran agar sempurnanya makalah ini. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada kita semua. Aamiin.
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Diantara alat-alat yang ada di laboratorium adalah Turbidimeter dan Densitometer, yang akan dibahas dalam makalah ini.
2. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini, adalah
a)Apa itu turbidimeter dan densitometer?
b)Apa bagian-bagian dari alat turbidimeter dan densitometer?
c)Apa kegunaan turbidimeter dan densitometer?
3. Tujuan
Adapun tujuan, sebagai berikut:
a)Mengetahui turbidimeter dan densitometer.
b)Mengetahui bagian-bagian alat tersebut.
c)Mengetahui kegunaan alat-alat tersebut.
BAB II
PEMBAHASAN
TURBIDIMETER
1.Pengertian
Turbidimeter merupakan alat yang digunakan untuk menguji kekeruhan, yang biasanya dilakukan pengujian adalah pada sampel cairan misalnya air. Salah satu parameter mutu yang sangat vital adalah kekeruhan yang kadang-kadang diabaikan karena dianggap sudah cukup dilihat saja atau alat ujinya yang tidak ada padahal hal tersebut dapat berpengaruh terhadap mutu. Oleh sebab itu untuk mengendalikan mutu dilakukan uji kekeruhan dengan alat turbidimeter.
Turbidimeter yaitu sifat optik akibat dispersi sinar dan dapat dinyatakan sebagai perbandingan cahaya yang dipantulkan terhadap cahaya yang tiba. Intensitas cahaya yang dipantulkan oleh suatu suspensi adalah fungsi konsentrasi jika kondisi-kondisi lainnya konstan. Turbidimeter meliputi pengukuran cahaya yang diteruskan. Turbiditas berbanding lurus terhadap konsentrasi dan ketebalan, tetapi turbiditas tergantung juga pada warna. Untuk partikel yang lebih kecil, rasio Tyndall sebanding dengan pangkat tiga dari ukuran partikel dan berbanding terbalik terhadap pangkat empat panjang gelombangnya.
2.Fungsi alat
Turbidimeter merupakan sifat optik akibat dispersi sinar dan dapat dinyatakan sebagai perbandingan cahaya yang dipantulkan terhadap cahaya yang tiba. Intensitas cahaya yang dipantulkan oleh suatu suspensi adalah fungsi konsentrasi jika kondisi-kondisi lainnya konstan. Turbidimeter merupakan salah satu alat yang berfungsi untuk mengetahui atau mengukur tingkat kekeruhan air.
3.Jenis-Jenis Turbidimeter
Jenis-Jenis Turbidimeter:
•Bench top
•On-line instruments
•Portable
4.Bagian-bagian alat
Keterangan Bagian-Bagian Turbidimeter :
1.Standar angka kekeruhan
2.Tempat sampel : untuk meletakkan botol sampel yang berisi sampel.
3.Tombol Zero
4.Tombol Test
5.Tombol Kal : untuk mengakses kalibrasi modus dan tetap aktif selama kalibrasi.
6.Display
7.Botol Standar
8.Botol Sampel : untuk meletakkan sampel.
5.Prinsip kerja alat
Prinsip umum dari alat turbidimeter adalah sinar yang datang mengenai suatu partikel ada yang diteruskan dan ada yang dipantulkan, maka sinar yang diteruskan digunakan sebagai dasar pengukuran(Day and Underwood, 2002).
Alat akan memancarkan cahaya pada media atau sampel, dan cahaya tersebut akan diserap, dipantulkan atau menembus media tersebut. Cahaya yang menembus media akan diukur dan ditransfer ke dalam bentuk angka.
6. Cara kerja alat
•Masukan sampel kedalam botol sampai mendekati garis tera.
•Botol sampel di lap dengan kain lembut untuk membersihkan.
•Tekan tombol I/O. instrument akan terbuka kemudian tempatkan instrument pada suatu permukaan datar(kokoh) dan jangan memegang instrument ketika sedang melakukan pengukuran.
•Masukkan cell sampel dalam ruang cell dengan mengorientasikan tanda garis pada bagian depan ruang cell.
•Pilih daerah/range secara manual atau otomatis dengan menekan tombol RANGE.
•Memilih mode sinyal rata-rata dengan menekan tombol SIGNAL AVERAGE. Dan monitor akan menunjukkan SIG AVG ketika instrument sedang menggunkan mode sinyal rata-rata.
•Tekan READ. Monitor akan menunjukkan NTU, kemudian angka turbiditas akan muncul dalam NTU. Catat angka turbiditas setelah symbol lampu padam.
7.Cara pemeliharaan alat
•Untuk kalibrasi alat, harus dilakukan pemanasan selama 30 menit.
•Tidak boleh memegang tempat sampel secara langsung, agar tidak ada sidik jari yang menempel.
•Gunakan alkohol dan kain halus untuk membersihkan bagian luar kuvet.
•Diletakkan di tempat yang rata, jangan diletakkan di tempat yang miring.
•Setiap hari kalau perlu, dibersihkan dari debu dengan menggunakan lap kering.
8.Trouble shooting alat
•Alat rusak : jika masih memungkinkan untuk diperbaiki, bawa ke pelayanan perbaikan alat.
•Alat berdebu dan mengganggu pengukuran : bersihkan sampai bersih dari debu dengan menggunakan lap kain lembut yang kering.
•Alat terendam ke dalam air/cairan/larutan : jika masih memungkinkan untuk diperbaiki, bawa ke pelayanan perbaikan alat.
9.Kalibrasi alat
Sebelum turbidimeter digunakan untuk menentukan tingkat kekeruhan dari sampel, terlebih dahulu turbidimeter dikalibrasi dengan menggunakan sampel standar dari turbiditans/kekeruhan 0,01 NTU sampai 7500 NTU. Hal ini dilakukan untuk menstandarkan kembali alat tersebut.
DENSITOMETER
1.Densitometer manual
Bentuknya hampir mirip dengan urinometer, hanya saja densitometer manual digunakan untuk mengukur massa jenis berbagai jenis zat cair.
A.Fungsi
Densitometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur densiti (kerapatan) zat cair secara langsung. Angka-angka yang tertera pada tangkai berskala secara langsung menyatakan massa jenis zat cair yang permukaannya tepat pada angka yang tertera.
Penentuan bobot jenis dengan densitometer didasarkan pada pembacaan seberapa dalamnya tabung gelas tercelup dan skala dibaca tepat pada miniskus cairan.
Keuntungan dari penggunaan densitometer yaitu skala pada densitometer telah menunjukkan kerapatan dan bobot jenis zat sehingga tidak serumit seperti pada piknometer sedangkan kerugian dari penggunaan densitometer yaitu diperlukan sampel dengan volume yang banyak.
B.Spesifikasi alat
•Range : 600-1000Kg/m3
•Length : 30cm
•Division: 1
600-700 Kg/m3
700-800 Kg/m3
800-900 Kg/m3
900-1000 Kg/m3
C.Keterangan alat
Pada alat densitometer, angka-angka yang tertera pada tangkai berskala secara langsung mrnyatakan massa jenis zat cair yang permukaannya tepat pada angka yang tertera, angka-angka itu dibuat secara empiris (berdasarkan percobaan-percobaan yang teliti). Jarak antara angka 0,5 ke 0,7 semakin kebawah angka-angka yang tertera semakin besar dan jaraknya semakin rapat.
Batas ukur densitometer biasanya dibagi-bagi misalnya:
Antara 0,5 g/ml sampai dengan 1,0 g/ml,
1,0 g/ml sampai dengan 2,0 g/ml, dst
D.Cara penggunaan dan perawatan alat
Secara umum, penggunaan alat densitometer dalam penentuan bobot jenis didasarkan pada pembacaan seberapa dalamnya tabung gelas yang tercelup dan skala yang dibaca tepat pada miniskus cairan. Panjang tabung yang tercelup dalam cairan menunjukkan bobot jenis cairan, semakin rendah bobot jenisnya, semakin rendah pula bagian densitometer yang tercelup kedalam cairan. Untuk itu alat densitometer harus bebas dan tegak lurus terapung dalam cairan.
Sebelum digunakan untuk menetapkan bobot jenis suatu zat atau sampel, maka densitometer harus dikalibrasi terlebih dahulu dengan cara mengukur bobot jenis air, karena air memiliki bobot jenis yang pasti yaitu 1 (0,9999). Densitometer yang sesuai dimasukkan pada bejana yang berisi air kemudian skala dibaca tepat pada miniskus cekungan yang terjadi oleh air.
Sebelum digunakan, bersihkan dulu dari debu dengan menggunakan lap atau tissue. Jika alat terlalu kotor, sebaiknya dicuci terlebih dahulu dengan air dan sabun sampai bersih, kemudian dilap sampai kering.
Sesudah digunakan, cuci alat dengan air dan sabun sampai bersih, kemudian dilap sampai kering.
Simpan alat dalam wadah/kotak dan susun dengan rapi.
E.Pengukuran bobot jenis dengan densitometer
Pertama, digunakan dengan densitometer dengan skala terkecil terlebih dahulu, apabila alat tersebut masih mengapung diatas cairan sampel, maka harus diganti dengan densitometer yang memiliki skala lebih besar dan begitu seterusnya. Namun, apabila ujung densitometer menyentuh dasar wadah harus diganti dengan densitometer yang memiliki skala lebih kecil hingga didapatkan densitometer yang sesuai untuk mengukur atau menetapkan bobot jenis sampel.
F.Faktor yang mempengaruhi
Densiti dipengaruhi oleh suhu, dimana semakin naik suhu maka molekul-molekul zat akan bergerak, mengembang dan akan menguap, sehingga densiti akan berkurang. Namun apabila suhu turun, jarak antar molekulnya semakin rapat, sehingga zat akan mengkerut yang menyebabkan densiti akan bertambah atau semakin kental.
Karena dipengaruhi oleh suhu maka diperlukan suatu faktor koreksi untuk pengukuran suhu selain 20°C. faktor koreksi ini dihitung dengan rumus sebagai berikut:
F = (t ukur - 20°C) x K
Keterangan:
F : faktor koreksi
t ukur : suhu pada saat pengukuran (t°C)
K : bilangan koreksi pada literatur
G.Trouble dan trouble shooting
•Alat pecah : kumpulkan pecahannya, jangan dibiarkan berserakan, karena dapat melukai.
• Kalibrasi alat menunjukkan densitometer kurang layak digunakan : ganti dengan densitometer lain/baru dan lakukan kalibrasi lagi, jika kalibrasi dengan air menunjukkan angka 1,000, berarti densitometer tersebut layak digunakan.
•Alat berdebu/kotor : Jika alat berdebu, cukup dilap dengan lap atau tissue sampai bersih. Jika alat kotor, cuci terlebih dahulu dengan air dan sabun sampai bersih, lalu dilap dengan lap kering bersih sampai alat kering.
2.Densitometer Digital
A.Pengertian
Adalah alat yang didesain untuk mengukur densitas (kepadatan) optik. Densitometer bisa digunakan untuk mengukur densitas tinta printer atau densitas optik sebuah film.
B.Jenis-jenis densitometer
Densitometer gigital ada 2 jenis :
1.Densitometer Refleksi
Densitometer refleksi membaca sinar yang direfleksikan oleh permukaan objek oleh sel fotoelektrik atau detektor.
2.Densitometer Transmisi
Densitometer transmisi membaca sinar yang melewati objek transparan oleh sel fotoelektrik atau detektor/sinar yang ditransmisikan melalui objek.
C.Bagian-bagian densitometer
Bagian-bagian densitometer terdiri dari :
Sumber cahaya yang stabil
Komponen optik untuk memfokuskan sinar agar sinar jatuh tepat pada sampel
Penyaring untuk menentukan respon spectral unit
Detektor untuk membaca sinar yang direfleksikan
Logarithmic Amplifier
Layar /display
D.Mekanisme kerja alat
Densitometer refleksi
E.Kegunaan alat
•Untuk mengukur densitas bahan transparan (densitometer transmisi).
•Untuk mengukur densitas cahaya yang dipantulkan dari permukaan (densitometer refleksi).
•Untuk mengukur saturasi warna cetak oleh para profesional, dan kalibrasi peralatan pencetakan.
•Untuk membuat penyesuaian warna sehingga output/hasil sesuai dengan warna yang diinginkan dalam produk jadi.
•Untuk pengendalian proses kepadatan, dot gain (TVI), dot area, dan tinta perangkap (trap). Pembacaan densitometer akan berbeda untuk berbagai jenis substrat.
F.Perawatan alat
•Tempatkan densitometer pada tempat/meja yang datar.
•Jangan terlalu lama membiarkan foto-foto, gel, atau film pada kaca piring, karena panas dari sumber cahaya di densitometer dapat merusak.
•Jangan mengoperasikan densitometer ketika suhu lingkungan turun di bawah 5 ° C atau naik di atas 40 ° C.
•Jangan mengoperasikan densitometer ketika kelembaban lingkungan turun di bawah 25% atau naik di atas 85%.
•Kalau perlu, setiap hari densitometer dibersihkan dari debu dengan menggunakan lap atau tissue.
•Jangan sampai alat terendam cairan/air, karena dapat merusak sistem listrik dan komponen alat.
BAB III
PENUTUP
1. Kesimpulan
Dapat disimpulkan :
1.Turbidimeter adalah alat yang digunakan untuk menguji kekeruhan.
2.Prinsip umum alat turbidimeter adalah sinar yang datang mengenai suatu partikel ada yang diteruskan dan ada yang dipantulkan, maka sinar yang diteruskan digunakan sebagai dasar pengukuran.
3. Densitometer ada 2 jenis, yaitu densitometer manual (digunakan untuk mengukur densiti (kerapatan) zat cair secara langsung atau mengukur massa jenis suatu zat cair/larutan) dan densitometer digital (untuk mengukur densitas (kepadatan) optik).
2.Saran
1.Alat-alat tersebut harus digunakan sesuai kegunaannya masing-masing.
2.Alat-alat tersebut harus dirawat agar dapat dipakai dalam jangka waktu lama dan awet.
3. Jangan lupa untuk di LIKE dan Subcribe + Comment thx
Puji syukur atas kehadirat Allah SWT karena atas karunia dan rahmat-Nya Lah kami dapat menyelesaikan tugas mata kuliah Instrumentasi II yang berjudul “Turbidimeter dan Densitometer” ini.
Kami menyadari bahwa makalah ini sangat jauh dari kata sempurna, maka dari itu kami mengharapkan kritikan dan saran agar sempurnanya makalah ini. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada kita semua. Aamiin.
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Diantara alat-alat yang ada di laboratorium adalah Turbidimeter dan Densitometer, yang akan dibahas dalam makalah ini.
2. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini, adalah
a)Apa itu turbidimeter dan densitometer?
b)Apa bagian-bagian dari alat turbidimeter dan densitometer?
c)Apa kegunaan turbidimeter dan densitometer?
3. Tujuan
Adapun tujuan, sebagai berikut:
a)Mengetahui turbidimeter dan densitometer.
b)Mengetahui bagian-bagian alat tersebut.
c)Mengetahui kegunaan alat-alat tersebut.
BAB II
PEMBAHASAN
TURBIDIMETER
1.Pengertian
Turbidimeter merupakan alat yang digunakan untuk menguji kekeruhan, yang biasanya dilakukan pengujian adalah pada sampel cairan misalnya air. Salah satu parameter mutu yang sangat vital adalah kekeruhan yang kadang-kadang diabaikan karena dianggap sudah cukup dilihat saja atau alat ujinya yang tidak ada padahal hal tersebut dapat berpengaruh terhadap mutu. Oleh sebab itu untuk mengendalikan mutu dilakukan uji kekeruhan dengan alat turbidimeter.
Turbidimeter yaitu sifat optik akibat dispersi sinar dan dapat dinyatakan sebagai perbandingan cahaya yang dipantulkan terhadap cahaya yang tiba. Intensitas cahaya yang dipantulkan oleh suatu suspensi adalah fungsi konsentrasi jika kondisi-kondisi lainnya konstan. Turbidimeter meliputi pengukuran cahaya yang diteruskan. Turbiditas berbanding lurus terhadap konsentrasi dan ketebalan, tetapi turbiditas tergantung juga pada warna. Untuk partikel yang lebih kecil, rasio Tyndall sebanding dengan pangkat tiga dari ukuran partikel dan berbanding terbalik terhadap pangkat empat panjang gelombangnya.
2.Fungsi alat
Turbidimeter merupakan sifat optik akibat dispersi sinar dan dapat dinyatakan sebagai perbandingan cahaya yang dipantulkan terhadap cahaya yang tiba. Intensitas cahaya yang dipantulkan oleh suatu suspensi adalah fungsi konsentrasi jika kondisi-kondisi lainnya konstan. Turbidimeter merupakan salah satu alat yang berfungsi untuk mengetahui atau mengukur tingkat kekeruhan air.
3.Jenis-Jenis Turbidimeter
Jenis-Jenis Turbidimeter:
•Bench top
•On-line instruments
•Portable
4.Bagian-bagian alat
Keterangan Bagian-Bagian Turbidimeter :
1.Standar angka kekeruhan
2.Tempat sampel : untuk meletakkan botol sampel yang berisi sampel.
3.Tombol Zero
4.Tombol Test
5.Tombol Kal : untuk mengakses kalibrasi modus dan tetap aktif selama kalibrasi.
6.Display
7.Botol Standar
8.Botol Sampel : untuk meletakkan sampel.
5.Prinsip kerja alat
Prinsip umum dari alat turbidimeter adalah sinar yang datang mengenai suatu partikel ada yang diteruskan dan ada yang dipantulkan, maka sinar yang diteruskan digunakan sebagai dasar pengukuran(Day and Underwood, 2002).
Alat akan memancarkan cahaya pada media atau sampel, dan cahaya tersebut akan diserap, dipantulkan atau menembus media tersebut. Cahaya yang menembus media akan diukur dan ditransfer ke dalam bentuk angka.
6. Cara kerja alat
•Masukan sampel kedalam botol sampai mendekati garis tera.
•Botol sampel di lap dengan kain lembut untuk membersihkan.
•Tekan tombol I/O. instrument akan terbuka kemudian tempatkan instrument pada suatu permukaan datar(kokoh) dan jangan memegang instrument ketika sedang melakukan pengukuran.
•Masukkan cell sampel dalam ruang cell dengan mengorientasikan tanda garis pada bagian depan ruang cell.
•Pilih daerah/range secara manual atau otomatis dengan menekan tombol RANGE.
•Memilih mode sinyal rata-rata dengan menekan tombol SIGNAL AVERAGE. Dan monitor akan menunjukkan SIG AVG ketika instrument sedang menggunkan mode sinyal rata-rata.
•Tekan READ. Monitor akan menunjukkan NTU, kemudian angka turbiditas akan muncul dalam NTU. Catat angka turbiditas setelah symbol lampu padam.
7.Cara pemeliharaan alat
•Untuk kalibrasi alat, harus dilakukan pemanasan selama 30 menit.
•Tidak boleh memegang tempat sampel secara langsung, agar tidak ada sidik jari yang menempel.
•Gunakan alkohol dan kain halus untuk membersihkan bagian luar kuvet.
•Diletakkan di tempat yang rata, jangan diletakkan di tempat yang miring.
•Setiap hari kalau perlu, dibersihkan dari debu dengan menggunakan lap kering.
8.Trouble shooting alat
•Alat rusak : jika masih memungkinkan untuk diperbaiki, bawa ke pelayanan perbaikan alat.
•Alat berdebu dan mengganggu pengukuran : bersihkan sampai bersih dari debu dengan menggunakan lap kain lembut yang kering.
•Alat terendam ke dalam air/cairan/larutan : jika masih memungkinkan untuk diperbaiki, bawa ke pelayanan perbaikan alat.
9.Kalibrasi alat
Sebelum turbidimeter digunakan untuk menentukan tingkat kekeruhan dari sampel, terlebih dahulu turbidimeter dikalibrasi dengan menggunakan sampel standar dari turbiditans/kekeruhan 0,01 NTU sampai 7500 NTU. Hal ini dilakukan untuk menstandarkan kembali alat tersebut.
DENSITOMETER
1.Densitometer manual
Bentuknya hampir mirip dengan urinometer, hanya saja densitometer manual digunakan untuk mengukur massa jenis berbagai jenis zat cair.
A.Fungsi
Densitometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur densiti (kerapatan) zat cair secara langsung. Angka-angka yang tertera pada tangkai berskala secara langsung menyatakan massa jenis zat cair yang permukaannya tepat pada angka yang tertera.
Penentuan bobot jenis dengan densitometer didasarkan pada pembacaan seberapa dalamnya tabung gelas tercelup dan skala dibaca tepat pada miniskus cairan.
Keuntungan dari penggunaan densitometer yaitu skala pada densitometer telah menunjukkan kerapatan dan bobot jenis zat sehingga tidak serumit seperti pada piknometer sedangkan kerugian dari penggunaan densitometer yaitu diperlukan sampel dengan volume yang banyak.
B.Spesifikasi alat
•Range : 600-1000Kg/m3
•Length : 30cm
•Division: 1
600-700 Kg/m3
700-800 Kg/m3
800-900 Kg/m3
900-1000 Kg/m3
C.Keterangan alat
Pada alat densitometer, angka-angka yang tertera pada tangkai berskala secara langsung mrnyatakan massa jenis zat cair yang permukaannya tepat pada angka yang tertera, angka-angka itu dibuat secara empiris (berdasarkan percobaan-percobaan yang teliti). Jarak antara angka 0,5 ke 0,7 semakin kebawah angka-angka yang tertera semakin besar dan jaraknya semakin rapat.
Batas ukur densitometer biasanya dibagi-bagi misalnya:
Antara 0,5 g/ml sampai dengan 1,0 g/ml,
1,0 g/ml sampai dengan 2,0 g/ml, dst
D.Cara penggunaan dan perawatan alat
Secara umum, penggunaan alat densitometer dalam penentuan bobot jenis didasarkan pada pembacaan seberapa dalamnya tabung gelas yang tercelup dan skala yang dibaca tepat pada miniskus cairan. Panjang tabung yang tercelup dalam cairan menunjukkan bobot jenis cairan, semakin rendah bobot jenisnya, semakin rendah pula bagian densitometer yang tercelup kedalam cairan. Untuk itu alat densitometer harus bebas dan tegak lurus terapung dalam cairan.
Sebelum digunakan untuk menetapkan bobot jenis suatu zat atau sampel, maka densitometer harus dikalibrasi terlebih dahulu dengan cara mengukur bobot jenis air, karena air memiliki bobot jenis yang pasti yaitu 1 (0,9999). Densitometer yang sesuai dimasukkan pada bejana yang berisi air kemudian skala dibaca tepat pada miniskus cekungan yang terjadi oleh air.
Sebelum digunakan, bersihkan dulu dari debu dengan menggunakan lap atau tissue. Jika alat terlalu kotor, sebaiknya dicuci terlebih dahulu dengan air dan sabun sampai bersih, kemudian dilap sampai kering.
Sesudah digunakan, cuci alat dengan air dan sabun sampai bersih, kemudian dilap sampai kering.
Simpan alat dalam wadah/kotak dan susun dengan rapi.
E.Pengukuran bobot jenis dengan densitometer
Pertama, digunakan dengan densitometer dengan skala terkecil terlebih dahulu, apabila alat tersebut masih mengapung diatas cairan sampel, maka harus diganti dengan densitometer yang memiliki skala lebih besar dan begitu seterusnya. Namun, apabila ujung densitometer menyentuh dasar wadah harus diganti dengan densitometer yang memiliki skala lebih kecil hingga didapatkan densitometer yang sesuai untuk mengukur atau menetapkan bobot jenis sampel.
F.Faktor yang mempengaruhi
Densiti dipengaruhi oleh suhu, dimana semakin naik suhu maka molekul-molekul zat akan bergerak, mengembang dan akan menguap, sehingga densiti akan berkurang. Namun apabila suhu turun, jarak antar molekulnya semakin rapat, sehingga zat akan mengkerut yang menyebabkan densiti akan bertambah atau semakin kental.
Karena dipengaruhi oleh suhu maka diperlukan suatu faktor koreksi untuk pengukuran suhu selain 20°C. faktor koreksi ini dihitung dengan rumus sebagai berikut:
F = (t ukur - 20°C) x K
Keterangan:
F : faktor koreksi
t ukur : suhu pada saat pengukuran (t°C)
K : bilangan koreksi pada literatur
G.Trouble dan trouble shooting
•Alat pecah : kumpulkan pecahannya, jangan dibiarkan berserakan, karena dapat melukai.
• Kalibrasi alat menunjukkan densitometer kurang layak digunakan : ganti dengan densitometer lain/baru dan lakukan kalibrasi lagi, jika kalibrasi dengan air menunjukkan angka 1,000, berarti densitometer tersebut layak digunakan.
•Alat berdebu/kotor : Jika alat berdebu, cukup dilap dengan lap atau tissue sampai bersih. Jika alat kotor, cuci terlebih dahulu dengan air dan sabun sampai bersih, lalu dilap dengan lap kering bersih sampai alat kering.
2.Densitometer Digital
A.Pengertian
Adalah alat yang didesain untuk mengukur densitas (kepadatan) optik. Densitometer bisa digunakan untuk mengukur densitas tinta printer atau densitas optik sebuah film.
B.Jenis-jenis densitometer
Densitometer gigital ada 2 jenis :
1.Densitometer Refleksi
Densitometer refleksi membaca sinar yang direfleksikan oleh permukaan objek oleh sel fotoelektrik atau detektor.
2.Densitometer Transmisi
Densitometer transmisi membaca sinar yang melewati objek transparan oleh sel fotoelektrik atau detektor/sinar yang ditransmisikan melalui objek.
C.Bagian-bagian densitometer
Bagian-bagian densitometer terdiri dari :
Sumber cahaya yang stabil
Komponen optik untuk memfokuskan sinar agar sinar jatuh tepat pada sampel
Penyaring untuk menentukan respon spectral unit
Detektor untuk membaca sinar yang direfleksikan
Logarithmic Amplifier
Layar /display
D.Mekanisme kerja alat
Densitometer refleksi
E.Kegunaan alat
•Untuk mengukur densitas bahan transparan (densitometer transmisi).
•Untuk mengukur densitas cahaya yang dipantulkan dari permukaan (densitometer refleksi).
•Untuk mengukur saturasi warna cetak oleh para profesional, dan kalibrasi peralatan pencetakan.
•Untuk membuat penyesuaian warna sehingga output/hasil sesuai dengan warna yang diinginkan dalam produk jadi.
•Untuk pengendalian proses kepadatan, dot gain (TVI), dot area, dan tinta perangkap (trap). Pembacaan densitometer akan berbeda untuk berbagai jenis substrat.
F.Perawatan alat
•Tempatkan densitometer pada tempat/meja yang datar.
•Jangan terlalu lama membiarkan foto-foto, gel, atau film pada kaca piring, karena panas dari sumber cahaya di densitometer dapat merusak.
•Jangan mengoperasikan densitometer ketika suhu lingkungan turun di bawah 5 ° C atau naik di atas 40 ° C.
•Jangan mengoperasikan densitometer ketika kelembaban lingkungan turun di bawah 25% atau naik di atas 85%.
•Kalau perlu, setiap hari densitometer dibersihkan dari debu dengan menggunakan lap atau tissue.
•Jangan sampai alat terendam cairan/air, karena dapat merusak sistem listrik dan komponen alat.
BAB III
PENUTUP
1. Kesimpulan
Dapat disimpulkan :
1.Turbidimeter adalah alat yang digunakan untuk menguji kekeruhan.
2.Prinsip umum alat turbidimeter adalah sinar yang datang mengenai suatu partikel ada yang diteruskan dan ada yang dipantulkan, maka sinar yang diteruskan digunakan sebagai dasar pengukuran.
3. Densitometer ada 2 jenis, yaitu densitometer manual (digunakan untuk mengukur densiti (kerapatan) zat cair secara langsung atau mengukur massa jenis suatu zat cair/larutan) dan densitometer digital (untuk mengukur densitas (kepadatan) optik).
2.Saran
1.Alat-alat tersebut harus digunakan sesuai kegunaannya masing-masing.
2.Alat-alat tersebut harus dirawat agar dapat dipakai dalam jangka waktu lama dan awet.
3. Jangan lupa untuk di LIKE dan Subcribe + Comment thx
Selasa, 06 Oktober 2015
Langganan:
Komentar (Atom)