Cari Blog Ini

Sabtu, 19 September 2015

RASULULLAH SAJA TIDAK PAKAI HELM


Mari kita sama-sama Merenung sejenak

Suatu ketika, seorang Bpk polisi menghentikan seorang bapak pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm SNI, dan dimana bapak itu hanya menggunakan peci berwarna putih sebagai penggantinya. Tanpa pikir panjang, Bpk polisi meminta SIM dan STNK kepada si bapak berpeci ?? dan apakah yang terjadi ???
Sungguh bener-bener di luar dugaan Bpk polisi itu dengan nada yang sedikit kehausan si bpk berpeci itu berkata dengan langsung menolaknya dengan keras.
Beginilah percakapan mereka :
Bapak Polisi : (Mengeluarkan buku tilang) Maaf, boleh saya melihat SIM dan STNK anda?
Bapak berpeci : Sebutkan apa kesalahan saya.
Bapak Polisi : Anda tidak menggunakan / memakai Helm SNI.
Bapak berpeci : Saya tidak akan mengenakan helm, itu bukan sesuatu yang wajar di agama saya.
Bapak Polisi : (Sedikit bingung) Maksud anda?
Bapak berpeci : RASULULLAH SAJA TIDAK PAKAI HELM. JADI JANGAN MINTA SAYA MENGENAKAN SESUATU YANG TIDAK DIKENAKAN OLEH BELIAU.
Polisi : (Menutup bukunya dan tersenyum ramah) Begitu ya pak? Tapi setahu saya juga, RASULULLAH TIDAK MENGENDARAI MOTOR. Dan pertanyaan saya pun sederhana, andai zaman itu sudah ada motor, APAKAH ANDA YAKIN RASULULLAH TIDAK AKAN PERNAH MEMAKAI HELM?
Bapak berpeci : (Tersentak dan terdiam seketika)
Bapak Polisi : Anda dengan mudahnya mengharamkan yang anda benci, tapi menghalalkan yang anda sukai seolah-olah andalah penentunya. AlhamduliLLAH saya juga punya ilmu agama yang baik, dan saya percaya bahwa RASULULLAH lebih menyukai umatnya yang melindungi kesehatannya dan keluarganya.
Bapak berpeci : Apa maksud bapak? Apakah hanya karena helm berarti saya tak melindungi keluarga saya?
Bapak Polisi : Benar. Bahwa jika terjadi hal buruk yang mencelakai kepala anda akibat benturan, apakah keluarga anda tidak akan menerima akibatnya? Bagaimana perasaan takut dan tertekan yang akan mereka rasakan? Siapa yang nanti akan menafkahi mereka?
Bapak berpeci : ALLAH yang akan menafkahi mereka.
Bapak Polisi : Lewat siapa? Bukankah rezeki yang diberikan ALLAH seringkali lewat orang lain? Dan bukankah rezeki yang mereka terima itu lewat anda? Jika anda cacat, maka aliran rezeki akan lewat orang lain, bisa jadi 'ayah tiri anak-anak anda'. Dan apakah anda ikhlas dengan itu?
Bapak berpeci : (Sekali lagi terdiam sambil mengeluarkan SIM dan STNK)
Bapak Polisi : Ini pesan saya buat anda pak, melindungi diri anda sama halnya dengan melindungi keluarga anda. Mungkin ini hanya sebuah helm, tapi bayangkan perasaan nyaman yang dirasakan istri anda saat melihat kepala suaminya terlindungi. Dan jika anda mencintai keluarga anda, maka anda pasti mengurangi resiko yang membahayakan anda. Hari ini saya tak menilang anda, anggaplah nasehat barusan sebagai surat tilang saya untuk anda.
Subhanallah...
Semoga yang "like" dan "bagikan" tausiyah ini semua dosanya diampuni Allah, diangkat derajatnya, dikabulkan segala hajatnya dan mendapatkan pasangan yang sakinah serta anak yang sholeh/sholeha hingga bisa masuk surga melalui pintu mana saja yang dikehendaki.
Aamiin Ya Rabbal'Aalamiin

Tidak ada komentar: